Laporan PMM
PEMERIKSAAN
TIMBAL (pb) DAN ARSEN (As)
A. DASAR
TEORI
Arsen (As) atau sering disebut arsenik adalah suatu
zat kimia yang ditemukan sekitar abad-13. Sebagian besar arsen di alam
merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Arsen inorganik
dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia. Menurut
National Institute for Occupational Safety and Health (1975), arsen inorganik
bertanggung jawab terhadap berbagai gangguan kesehatan kronis, terutama kanker.
Arsen juga dapat merusak ginjal dan bersifat racun yang sangat kuat.
Logam timbal (Pb) merupakan logam yang sangat
populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh
banyaknya Pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan
keracunan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna
cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan. Dalam
pertambangan, logam ini berbentuk sulfida logam (PbS), yang sering disebut
galena. Senyawa ini banyak ditemukan dalam pertambangan di seluruh dunia.
Bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan Pb ini adalah sering menyebabkan
keracunan. Menurut Darmono (1995), Pb mempunyai sifat bertitik lebur
rendah, mudah dibentuk, mempunyai sifat kimia yang aktif, sehingga dapat
digunakan untuk melapisi logam untuk mencegah perkaratan. Bila dicampur dengan
logam lain, membentuk logam campuran yang lebih bagus daripada logam murninya,
mempunyai kepadatan melebihi logam lain. Logam Pb banyak digunakan pada
industri baterai, kabel, cat (sebagai zat pewarna), penyepuhan, pestisida, dan
yang paling banyak digunakan sebagai zat antiletup pada bensin. Pb juga
digunakan sebagai zat penyusun patri atau solder dan sebagai formulasi
penyambung pipa yang mengakibatkan air untuk rumah tangga mempunyai banyak
kemungkinan kontak dengan Pb (Saeni, 1997). Logam Pb dapat masuk ke dalam tubuh
melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Logam Pb tidak dibutuhkan oleh
manusia, sehingga bila makanan tercemar oleh logam tersebut, tubuh akan
mengeluarkannya sebagian. Sisanya akan terakumulasi pada bagian tubuh tertentu
seperti ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut.
A.
TUJUAN:
1. Untuk
mengetahui kadar timbal yang terdapat pada kue pukis banta-bantaeng.
2. Untuk
mengetahui kadar arsen yang terdapat pada udang pasar pa’baeng-baeng.
B. ALAT
DAN BAHAN:
·
Alat:
1. Timbangan
2. Labu
erlenmeyer
3. Gelas
ukur 50 ml
4. Spectroquant
5. Kuvet
6. Lumpang
dan alu
7. Botol
arsenic test
8. Gelas
ukur 10 ml
9. Botol
sampel
·
Bahan:
1. Cairan
pb
2. AS1
& AS2
3. Aquadest
4. Sampel
5. Kertas
strip arsen
D.
PROSEDUR KERJA:
1. Timbang
sampel udang dan pukis sebanyak 10 gr.
2. Setelah
itu masukkan masing-masing sampel ke dalam lumpang dan haluskan sambil
tambahkan 50 ml aquadest sedikit demi sedikit.
3. Setelah
ke dua sampel hancur masukkan masing-masing sampel ke dalam gelas ukur ukuran
80 ml sampai garis 50 ml.
4. Lalu
pindahkan lagi ke dua sampel ke dalam gelas sampel ukuran 10 ml sampai garis 5
ml.
5. Sampel
pukis yang telah dipindahkan ke dalam gelas sampel kita ukur kadar timbalnya
(pb), sebelum mengukur, kita tambahkan cairan reagen sebanyak 3 tetes,
selanjutnya pindahkan sampel ke dalam kuvet dan pastikan kuvet kering, ukur
kadar timbalnya menggunakan Spectroquant, tunggu dan catat hasilnya.
6. Setelah
mengukur kadar timbal (pb) sampel pukis, selanjutnya kita ukur kadar arsen (Ar)
sampel udang.
7. Masukkan
sampel udang sebanyak 5 ml ke dalam gelas sampel 10 ml, selanjutnya pindahkan
ke dalam botol Arsenic Test dan tambahkan cairan AS1 dan AS2 masing-masing 1 ml
ke dalam sampel udang dan homogenkan setelah itu masukkan kertas Strip Arsen
dan tunggu selama 20 menit, tunggu dan catat hasilnya.
E. METODE
PRAKTIKUM
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang
didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan
berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan mengguankan monokromator prisma
atau kisi difraksi dengan detector Fototube. Dalam analisis cara
spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang
digunakan, yaitu daerah UV (200-380 nm), daerah Visible (380-700 nm), daerah
Inframerah (700-3000 nm).
Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hokum
Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik (I0),melalui suatu media (larutan), maka
sebagian cahaya tersebut diserap (Ia), sebagian dipantulkan (Ir), dan sebagian
lagi dipancarkan (It). Transmitans adalah perbandingan intensitas cahaya yang
di transmisikan ketika melewati sampel (It) dengan intensitas cahaya mula-mula
sebelum melewati sampel (Io). Persyaratan hokum Lambert-Beer antara lain :
Radiasi yang digunakan harus monokromatik, rnergi radiasi yang di absorpsi oleh
sampel tidak menimbulkan reaksi kimia, sampel (larutan) yang mengabsorpsi harus
homogeny, tidak terjadi flouresensi atau phosphoresensi, dan indeks refraksi
tidak berpengaruh terhadap konsentrasi, jadi larutan harus pekat (tidak encer).
Beberapa larutan seperti larutan Timbal (Pb2+) dalam
air tidak berwarna, supaya timbul earna larutan Pb diekstraksi dengan dithizone
sehinggaberubah menjadi berwarna merah. Larutan berwarna merah akan menyerap radiasi
pada daerah hijau. Dalam hal ini larutan Pb menunjukkan absorbans maksimum pada
panjang gelombang 515 nm.
a. Jenis-jenis
Spektrofotometri
Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis
berdasarkan sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya adalah sebagai
berikut :
1) Spektrofotometri
Vis (Visible)
Pada
spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energy dalah cahaya
tampak (Visible). Cahaya visible termasuk spectrum elektromagnetik yang dapat
ditangkap oleh mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380-750 nm.
Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia, maka sinar tersebut
termasuk kedalam sinar tampak (Visible).
2) Spektrofotometri
UV (Ultra Violet)
Berbeda
dengan spektrofotometri Visible, pada spektrofometri UV berdasarkan interaksi
sampel dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai
sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy
hydrogen. Dia merupakan isotop hydrogen yang stabil tang terdapat berlimpah
dilaut dan didaratan. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata manusia
maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang
tidak memiliki warna. Bening dan transparan.
3) Spektrofotometri
UV-Vis
Spektrofotometri ini merupakan
gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber
cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat
yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV
dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem
spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan.
Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga
untuk sample tak berwarna. Spektroskopi ultraviolet-visible atau
spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV / Vis) melibatkan
spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini berarti menggunakan
cahaya dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan
inframerah (NIR)) kisaran. Penyerapan dalam rentang yang terlihat secara
langsung mempengaruhi warna bahan kimia yang terlibat. Di wilayah ini
dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi elektronik.
Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi, di fluoresensi berkaitan
dengan transisi dari ground state ke eksited state. Penyerapan sinar uv
dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu :
a)
Penyerapan oleh transisi electron ikatan dan electron
anti ikatan.
b)
Penyerapan oleh transisi electron d dan f dari molekul
kompleks.
c)
Penyerapan oleh perpindahan muatan.
Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat
digambarkan sbb : E = hv
Dimana :
E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
4)
Spektrofotometri IR (Infra Red)
Spektrofotometri ini berdasar kepada
penyerapan panjang gelombang Inframerah. Cahaya Inframerah, terbagi menjadi
inframerah dekat, pertengahan dan jauh. Inframerah pada spektrofotometri adalah
adalah inframerah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang
2.5-1000 mikrometer. Hasil analisa biasanya berupa signalkromatogram hubungan
intensitas IR terhadap panjang gelombang. Untuk identifikasi, signal sampel
akan dibandingkan dengan signal standard.
Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang
didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan
standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata.
Persyaratan larutan yang harus dipenuhi untuk absorbsi
sinar tampak adalah larutan harus berwarna. Oleh karena itu metoda spektroskopi
sinar tampak disebut juga dengan metoda kolorimetri dan alatnya disebut dengan
kolorimeter. Kolorimeter didasarkan pada perubahan warna larutan yang sebanding
dengan perubahan konsentrasi komponen pembentuk larutan. Oleh karena itu aspek
kuantitatif merupakan tujuan pengukuran dengan metoda ini. Contohnya adalah
larutan nitrit dibuat berwarna dengan pereaksi sulfanila-mida dan
N-(1-naftil)-etilendiamin. Prinsip dasar dari metoda kolorimetri visual adalah
tercapainya kesamaan warna bila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar
pada ke dua sisi larutan persis sama. Metoda ini dapat diterapkan untuk
penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum bewarna, namun dengan
menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang
merupakan fungsi dari kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna
berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut
telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan.
Syarat pewarnaan ini antara lain :
1.
Warna yang terbentuk harus stabil.
2.
Reaksi pewarnaan harus selektif.
3.
Larutan harus transparan.
4.
Kesensitifannya tinggi.
5.
Ketepatan ulang tinggi.
6.
Warna yang terbentuk harus merupakan fungsi dari
konsentrasi.
Cara analisis ini merupakan bahwa tua atau mudanya
suatu warna larutan zat atau senyawaan tergantung pada kepekatannya. Dalam
visual kolorimetri biasanya dipakai cahaya putih dari matahari atau cahaya
lampu biasa dan biasanya dipakai alat-alat pembanding yang sederhana yang
disebut dengan color comparator atau pembanding warna. Bila sebagai pengganti
ketajaman mata kita diganti dengan suatu photoelectric detektor maka alat itu
disebut kolorimeter photoelectric.
Metoda kolorimetri terbagi atas 2 bagian yaitu :
1.
Metoda kolorimetri visual : Menggunakan mata sebagai
detektornya.
2.
Metoda fotometri : Menggunakan fotosel sebagai
detektornya.
Dosen :
Khiki Purnawati Kasim. SST., M.Kes
Nama :Dwi Purwati
Tingkat/Semester : II/4(Ganjil)
Parameter : Pemeriksaan Arsen (As) Dan
Timbal (Pb) Pada Makanan
HASIL
A. Pukis
1,468/1000/mg/l
1,468
x 5 = 7,34 mg/l
Jadi,
hasil yang diperoleh dari pemeriksaan kadar timbal (pb) pada kue pukis
banta-bantaeng, yaitu 7,34 mg/l.
B. Udang
Dari
hasil yang diperoleh dari pemeriksaan kadar timbal (pb) pada kue pukis
banta-bantaeng, yaitu 0 mg/l.
ANALISA
HASIL
Berdasarkan hasil yang diperoleh, kami dapat
menganalisa hasilnya, yaitu ke dua sampel masing-masing harus di timbang
sebanyak 10 ml, kemudian ke dua sampel di haluskan dengan lumpang dan alu dan
masing-masing ditambahkan aquadest sebanyak 50ml. Tuangkan sedikit demi sedikit
ke dalam masing-masing sampel hingga aquadest dan sampelnya tercampur rata,
setelah tercampur rata, masukkan masing-masing sampel tersebut ke dalam gelas
ukur 80 ml hingga mencapai garis 50 ml, kemudian pindahkan lagi ke dalam gelas
sampel 10 ml hingga mencapai garis 5 ml.
Masukkan cairan reagen pada sampel pukis sebanyak 3
tetes, cairan reagen digunakan untuk mengetahui kadar timbal pada sampel.
Masukkan sampel kue pukis kedalam kuvet, pastikan kuvet tersebut kering agar pb
yang berasal dari tangan kita tidak ikut terdeteksi dan hasilnya juga akurat,
setelah itu masukkan ke dalam spectroquant untuk mengukur timbal pada kue pukis,
tunggu sampai hasilnya muncul dan tulis.
Setelah pemeriksaan timbal pada kue pukis, selanjut
kita akan melanjutkan pemeriksaan arsen pada udang, sampel udang yang telah
halus kita masukkan ke dalam botol arsenic test dan tambahkan AS1 dan AS2
sebanyak 1 ml lalu homogenkan, setelah dihomogenkan masukkan kertas arsenic tes
ke dalam botol, tapi tidak sampai menyentuh sampel dan biarkan kertas sedikit
keluar pada ujung botol, tunggu hingga 20 menit, setelah hasil keluar kita
tulis.
KESIMPULAN
Berdasarkan
dari hasil dan analisa hasil di atas, kami mendapatkan sebanyak 7,34 mg/l
timbal(pb) pada kue pukis, menurut SNI 7387:2009 kue pukis tidak memenuhi
standar batas maksimum cemaran timbal (pb) dalam pangan, karna batas
maksimumnya, yaitu 0,5 mg/l, sedangkan hasil arsen (Ar) pada udang, yaitu 0
mg/l dan itu memenuhi batas maksimum cemaran arsen (Ar) dalam pangan, karna
batas maksimumnya, yaitu 1,0 mg/l.
DAFTAR
PUSTAKA
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html
(diakses, 05 April 2017)
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/spektrofotometri.html
(diakses, 05 April 2017)
http://seulanga23.blogspot.co.id/2013/12/makalah-logam-timbal-pb.html
(diakses, 04 April 2017)
http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/makalah-toksikologi-arsen-as.html
(diakses, 04 April 2017)
Laporannya bagus tingkatkan yah
BalasHapusbermanfaat sist
BalasHapusHai dwipw, nanya boleh dong hehe apa saja faktor yg mempengaruhi sehingga terdapat timbal pada sampel yg dwipw periksa ?
BalasHapusSyukron
Bagus makasih referensinya
BalasHapusteruskann yaaaa
BalasHapusTingkatkan terus yahh
BalasHapusDia tonji baku komen komen, kunjungi blogku yah
BalasHapusMakasih, referensinya sangat membantu
BalasHapusbagus. kalau boleh bertanya apa dampak yang terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung Arsen berlebih?.
BalasHapusMau bertanya kak, apa faktor yang membuat Arsen ada pada makanan ?
BalasHapusBagaimana cara menurunkan kadar arsen dan timbal pada makanan?
BalasHapusAssalamualaikum Dwi, Saya ingin bertanya pada analisa hasil dituliskan bahwa kertas arsenic test tidak boleh menyentuh sampel, mengapa hal tersebut tidak diperbolehkan ?
BalasHapusSyukron :)
tidak perlu analisa cara kerja. analisa faktor lingkungan yg mendukung keberadaan logam berat pada sampel yg diperiksa...
BalasHapus